Terselenggaranya Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia 2017 di Banyuwangi dengan sukses dan mendapatkan antusias masyarakat lokal dan mancanegara, mendorong persiapan pelaksanaan FTNTWA ditahun berikutnya untuk lebih optimal lagi. Taman Nasional dan Taman Wisata Alam adalah kawasan hutan konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi dengan tidak bertentangan pada prinsip konservasi dan perlindungan alam.


Dewasa ini Trend pasar wisata cenderung merubah cara orang berwisata dari wisata umum (mass-produced holiday) menjadi wisata alam/ekowisata (adventure holiday). Dengan berwisata alam, orang akan mendapatkan pengalaman ber-ekowisata: berinteraksi dengan alam, pertukaran budaya, aktivitas fisik yang menantang sekaligus menyenangkan. Ekowisata juga memberikan banyak peluang untuk memperkenalkan kepada wisatawan tentang pentingnya perlindungan alam dan penghargaan terhadap budaya lokal.


FESTIVAL TAMAN NASIONAL DAN TAMAN WISATA ALAM merupakan sarana untuk memperkenalkan secara lebih luas lagi dan mempromosikan kepada masyarakat Indonesia dan dunia mengenai wisata konservasi yang ada di Indonesia. Ditengah homogenitas obyek wisata yang ditawarkan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia justru menyajikan obyek wisata unik, menantang, mengedukasi dan memberikan pengalaman yang berbeda tanpa meninggalkan konsep pemanfaatan taman nasional sebagai pusat wisata konservasi alam.


Festival ini diharapkan turut mendukung target percepatan akselerasi sektor pariwisata yaitu kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) hingga 5 tahun kedepan yaitu 2019, terlebih beberapa taman nasional telah ditetapkan sebagai bagian dari rencana 10 destinasi wisata prioritas, diantaranya: Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, bersama dengan 7 prioritas lainnya yaitu Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Toba, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.