5 Taman Nasional Ini Suguhkan Destinasi Ekowisata Kekinian di Era Baru

5 Taman Nasional Ini Suguhkan Destinasi Ekowisata Kekinian di Era Baru

img-1599022324.jpgEkowisata digadang-gadang bakal menjadi tren travelling di era kenormalan baru nih. Wisatawan  tidak hanya menikmati alam dan kekayaannya, sekaligus juga diajak terlibat langsung untuk  merawat dan melestarikannya.


Sebenarnya ekowisata itu bukan kegiaan travelling yang baru. Ia sudah ada bertahun lampau. Hanya saja umumnya dilakukan oleh turis dalam jumlah sedikit dan punya tujuan tertentu yang sifatnya konservasi atau istilah populernya wisata minat khusus.

Wikipedia mendefinisikan ekowisata sebagai kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Tujuannya adalah membangun pariwisata yang berkelanjutan (Sustainable Tourism).

Tak dapat dipungkiri, pariwsata satu sisi memang membawa kemajuan secara ekonomi suatu wilayah. Tetapi di sisi lain rupanya menimbulkan ekses negatif, diantaranya rusaknya lingkungan, kepanikan habitat flora dan fauna yang tiba-tiba saja harus berhadapan dengan hiruk pikuk suasana, dan menipisnya sumber-sumber penyangga ekosistem. Belum lagi dampak warga setempat yang mengalami cultural shock dan terkikisnya khasanah budaya lokal.

Di sinilah ekowisata hadir sebagai solusi. Pada prinsipnya, ekowisata sebuah pondasi menyelamatkan keindahan bumi untuk kehidupan yang berkelanjutan bagi generasi penerus.


5 Taman Nasional Ekowisata Kekinian Pilihan

Jika kamu masih bingung menyusun itenerari destinasi ekowisata,  5 Taman Nasional siap menyuguhkan kegiatan ekowisata yang kekinian untuk kamu.


taman nasional ekowisata pilihian di indonesia

 

 

1. Taman Nasional Tanjung Puting

Siapa yang tak kenal dengan TN Tanjung Puting? TN Tanjung Puting terkenal dengan orang utannya. Selain orang utan, pengunjung bisa melihat bekantan, owa kalimantan, bahkan beruang madu.

TN Tanjung Puting terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah. Pada tahun 1937, TN Tanjung Puting merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Lalu pada tanggal 25 Oktober 1996,  berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 687/Kpts-II/1996, Tanjung Puting ditetapkan sebagai Taman Nasional dengan luas 415.040 ha.

TN Tanjung Puting merupakan pusat rehabilitasi orang utan pertama di Indonesia. Artinya, bila ada orang utan yang terluka atau ditemukan tanpa diketahui riwayat keluarganya, ia boleh dirawat di TN Tanjung Puting. Setelah dirawat, orang utan tersebut akan dilatih lalu dilepaskan ke alam liar, ke habitat aslinya di Tanjung Puting.

Aktivitas seru selama di TN Tanjung Puting antara lain menyaksikkan feeding time orang utan di tiga camp yaitu Camp Tanjung Harapan, Camp Pondok Tanggui dan Camp Leakey. Orang utan diberi makanan tambahan berupa ubi, pisang, dan susu. Kemudian wisatawan bisa menyaksikan proses pemberian makan tersebut.

Selain itu, wisatawan dapat menyusuri sungai Sekonyer menggunakan perahu kayu atau disebut klotok. Dari atas klotok, berbagai flora dan fauna asli Indonesia bisa dilihat. Tak hanya orang utan, di TN Tanjung Puting terdapat 200 jenis burung, 38 jenis mamalia, hewan liar lainnya. Tentu saja termasuk buaya sehingga wisatawan harus hati-hati dan waspada selama di atas klotok.

Wisatawan juga dapat berkeliling desa Tanjung Harapan dan menaiki sampan penduduk setempat. Di sana juga ada Kali Hitam yang airnya berwarna hitam. Warna hitam berasal dari akar pepohonan. Mintalah pemandu wisata untuk mengambilkan airnya, dan rasakan sensasi mandi atau membasuh wajah dengan air tersebut. Seru dan menakjubkan sekali, bukan? Tempat ekowisata di TN Tanjung Puting memang pantas untuk dikunjungi.

2. Taman Nasional Kepulauan Seribu

TN Kepulauan Seribu terletak di Kabupaten Pulau Seribu, DKI Jakarta. Ya, TN ini memang berlokasi di ibukota. Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, tepatnya di tiga kelurahan yaitu Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Bentuknya yang berupa pulau menjadikan TN ini menakjubkan dengan wisata airnya.

Kekayaan alam yang ada di TN Kepulauan Seribu antara lain alam bawah laut seperti terumbu karang, ikan hias, echinodermata, crustacea, dan molusca. Oleh karena itu, wisatawan dapat melakukan aktivitas di bawah air. Melihat panorama bawah laut dengan diving atau snorkling.

Selain bisa menikmati senja di dermaga, wisatawan dapat melihat penangkaran penyu di TN Kepulauan Seribu. Penyu dewasa bertelur, telur - telur penyu menetas, dan tukik dilepaskan ke laut saat sudah siap. Yang paling menakjubkan adalah adanya hutan bakau (mangrove) dan budidaya rumput laut di TN Kepulauan Seribu.


Baca juga tentang Taman Nasional Kutai dan Tips Travelingnya!

3. Taman Nasional Bali Barat

TN Bali Barat terletak di bagian barat Pulau Bali, yaitu di desa Sumber Klampok Kecamatan Gerokgak, kurang lebih 70 km sebelah barat Kota Singaraja. Taman Nasional Bali Barat (TNBB) luasnya 7700 Km2, meliputi sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng (di Desa Sumber Klampok) dan sisanya di wilayah Kabupaten Jembrana.

Yang menakjubkan dari TNBB adalah adanya fauna "Jalak Bali" atau Bali Starling, satwa yang dilindungi. Area di TBBB adalah habitat asli dari jalak putih yang tidak terdapat di tempat lain di dunia. Wah, keren, ya destinasi ekowisata ini.

4. Taman Nasional Gunung Ciremai

TN Gunung Ciremai luasnya kurang lebih 15500 Ha. Sebagian wilayahnya masuk Kabupaten Kuningan, dan sebagian lainnya masuk ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. TNGC didirikan untuk melindungi kekayaan hayati dan alam di wilayah Gunung Ceremai.

TNGC merupakan habitat bagi berbagai jenis burung. Termasuk burung-burung yang hampir punah seperti celepuk jawa (Otus angelinae) dan ciung-mungkal jawa (Cochoa azurea). Banyak pula jenis burung yang jumlahnya sudah terbatas di dunia.

Selain itu, destinasi ekowisata TNGC menjadi tempat tinggal bagi mamalia penting misalnya macan tutul (Panthera pardus), surili (Presbytis comata), lutung budeng (Trachypithecus auratus), kukang jawa atau muka geni (Nycticebus javanicus), kijang muncak (Muntiacus muntjak), dan pelanduk jawa (Tragulus javanicus). Menakjubkan, bukan?

destinasi ekowisata taman nasional pilihan


5. Taman Nasional Bentarum

TN Bentarum merupakan kepanjangan dari TN Betung Karihun dan Danau Sentarum. TN Bentarum terletak di Putussibau, Kalimantan Barat.

TN Betung Karihun merupakan kawasan konservasi yang terluas di Provinsi Kalimatan Barat dengan ekosistem hutan yang relatif utuh dan alami. Ada hamparan hutan Dipterocarpacea, hutan Aluvial, hutan rawa, hutan berbatuan kapur, hutan dipterocarpaceae daratan rendah, hutan sub gunung, hutan gunung dan hutan sekunder tua.

Betung Kerihun merupakan rumah bagi Dayak Iban, Taman, Kantu', Kayan, Bukat, Tamambaloh dan Punan Hovongan yang masih teguh menjaga kelestarian alam. Wisatawan akan diajak menyusuri alam liar, jeram dan rimba raya. Keindahan alam TN Betung Kerihun semakin menakjubkan  karena diiringi dengan budaya dan kuliner pedalaman Kalimantan.

Di desa terakhir sebelum masuk kawasan TN Betung Kerihun, terdapat Komunitas Suku Dayak Iban Desa Mensiau yang menawarkan kerajinan tangan warisan nenek moyang. Tentunya kesempatan ini jangan sampai terlewatkan, lestarikanlah kerajinan tangan penduduk setempat.

Di TN Betung Kerihun, wisatawan dapat menyusuri jalan setapak, bukit terjal, lembah dan menerjang Sungai Menyang menggunakan motor trail. Yang menakjubkan, para pengunjung bisa bertemu dengan orang utan Kalimantan.

Selain itu, terdapat pula kupu-kupu yang menjadi salah satu potensi fauna di Taman Nasional Betung Kerihun tepatnya di Sub Das Mendalam Resort Nanga Hovat. Tercatat ada ratusan jenis kupu-kupu yang telah teridentifikasi. Oleh karena itu kupu-kupu jenis king brook/raja brook menjadi icon Taman Nasional Betung Kerihun.

Tak hanya orang utan dan kupu-kupu, wisatawan juga dapat menemukan bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan salah satu satwa endemik di kawasan Danau Sentarum.

Sebagai informasi, festival Danau Sentarum membuat para wisatawan domestik dan mancanegara berdecak kagum. Adanya pemilihan putri arwanan, lomba sampan bidar, malam hiburan dan pameran UKM menjadikan Festival Danau Sentarum semakin semarak.

Selain lima taman nasional di atas, masih ada lima tempat ekowisata di Indonesia lainnya yang juga menakjubkan, antara lain Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Kelimutu, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Taman Nasional Batang Gadis dan Taman Nasional Kayan Mentarang.

Yuk, Ikuti Virtual Event Festival Taman Nasional dan Tempat Wisata Alam Indonesia

Pandemi memang belum reda, oleh karena itu, kerinduan untuk mengunjungi destinasi ekowisata paling menakjubkan di atas dapat diobati dengan mengikuti virtual event Festival Taman Nasionaldan Taman Wisata Alam Indonesia (FTNTWI 2020)

Indonesia National Parks Online Festival ini diselenggarakan tanggal 24-26 September 2020. Apa saja acaranya? Ada virtual exhibition, B to B travel mart, talkshow online, traditional dancing festival, dan national park short film festival.

Untuk informasi lebih lanjut cek instagram festival_tamannasional_twa. Pastikan ikutan acaranya ya. 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar
Kontak
Jakarta
021 22001192 / 08117717788
info@festival-tamannasional-twa.com
Jejaring Sosial
Copyright © 2018. All rights reserved. Oleh Webpraktis.com | sitemap